Manajemen Darma Henwa Paparkan Pencapaian Kinerja

 

Caption foto: (ki-ka) Agus Efendi (Direktur), Ivi Sumarna Suryana (Direktur), Saptari Hoedaja (Presiden Direktur), Faisal Firdaus (Direktur), dan Balakrishnan Chandrasekaran (Chief Finance Officer) PT Darma Henwa Tbk, usai menyajikan paparan publik di Royal Kuningan Hotel, Jakarta, Selasa, (3/12).

(ki-ka) Agus Efendi (Direktur), Ivi Sumarna Suryana (Direktur), Saptari Hoedaja (Presiden Direktur), Faisal Firdaus (Direktur), dan Balakrishnan Chandrasekaran (Chief Finance Officer) PT Darma Henwa Tbk, usai menyajikan paparan publik di Royal Kuningan Hotel, Jakarta, Selasa, (3/12).

 

 

Jakarta 3 Desember 2019 – PT Darma Henwa Tbk (DEWA) mengumumkan pencapaian kinerja perseroan sepanjang 9 (Sembilan) bulan di 2019 dalam Paparan Publik Perseroan, Selasa, (3/12).

 

Di tengah permintaan batubara yang belum membaik, Perseroan mampu meningkatkan kinerjanya. Dari sejumlah proyek pertambangannya, sampai dengan 30 September 2019, Perseroan berhasil meningkatkan volume overburden menjadi 82,70 juta Bcm, atau naik 9.1% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 75,78 juta Bcm. Hingga kuartal ketiga 2019, coal delivery atau produksi batubara Perseroan mencapai 11,44 juta ton atau meningkat 22,1% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 9,37 juta ton.

 

Saat ini Perseroan mengelola empat proyek yakni Proyek Batubara Bengalon milik PT Kaltim Prima Coal, Proyek Batubara Asam Asam milik PT Arutmin Indonesia, Proyek Batubara Satui milik PT Cakrawala Langit Sejahtera. Kemudian, ada pula Proyek Jasa Pelayanan Pelabuhan yang dikerjakan oleh anak usaha perseroan, PT Dire Pratama.

 

Sampai akhir September 2019, Proyek Batubara Bengalon memproduksi overburden sebesar 54,28 juta Bcm, atau meningkat 37,5% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 39,52 juta Bcm. Produksi batubara Proyek Batubara Bengalon mencapai 6,49 juta ton, atau meningkat 39,9% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 4,64 juta ton.

 

Di Proyek Batubara Asam Asam, produksi overburden sampai akhir September 2019 mencapai 23,15 juta Bcm, atau naik 3,4% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 22,40 juta Bcm. Produksi batubara Proyek Batubara Asam Asam sampai akhir September 2019 mencapai 4,28 juta ton, atau naik 15,7% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 3,70 juta ton.

 

Untuk Proyek Batubara Satui, produksi overburden hingga kuartal ketiga 2019 mencapai 5,26 juta Bcm, atau turun 62,0% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 13,84 juta Bcm. Sedangkan produksi batubara Proyek Batubara Satui sampai akhir September 2019 mencapai 661 ribu ton, atau turun 35,83% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 1,03 juta ton.

 

“Peningkatan terjadi karena Perseroan melakukan banyak perbaikan pada fundamental operasionalnya. Dengan kinerja yang terus meningkat sampai kuartal ke-3, kami optimis  kinerja tahun ini akan lebih baik dibanding tahun sebelumnya,” ujar Saptari Hoedaja, Presiden Direktur PT Darma Henwa Tbk.

 

Melihat  kinerja ketiga proyek tersebut, sampai dengan akhir tahun 2019 Perseroan diperkirakan akan  mampu memproduksi overburden sebesar 125,7 juta Bcm, atau naik 20,85% dibanding tahun 2018 sebesar 104 juta Bcm. Sedangkan produksi batubara diperkirakan akan mencapai 17 juta ton atau naik 33,47% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 12,73 juta ton.

 

Kinerja keuangan

Dari sisi keuangan, Total Aset Perseroan pada tanggal 30 September 2019 adalah sebesar USD 517,41 juta, atau naik 24,64% dari posisi tanggal 31 Desember 2018 sebesar USD 415,09 juta. Kenaikan total aset disebabkan karena adanya kenaikan Aset Lancar yaitu Kas dan Setara Kas dan Aset Lancar Lainnya yang berasal dari pinjaman bank.

 

Total Liabilitas Perseroan pada tanggal 30 September 2019 adalah sebesar USD 285,40 juta atau naik sebesar 54,86% dibandingkan dengan Total Liabilitas per 31 Desember 2018 sebesar USD 184,29 juta. Kenaikan Total Liabilitas disebabkan karena adanya kenaikan Utang Bank yang digunakan untuk meningkatkan kinerja operasional Perseroan.

 

Ekuitas Perseroan pada tanggal 30 September 2019 adalah sebesar USD 232,00 atau naik 0.5% dari posisi tanggal 31 Desember 2018 sebesar USD 230,80 juta karena Perseroan berhasil membukukan Laba Komprehensif untuk periode 9 (Sembilan) bulan yang berakhir pada 30 September 2019.

 

Seiring dengan peningkatan produksi, Perseroan berhasil membukukan peningkatan pendapatan sebesar USD 237,92 juta atau naik 25,97% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD 188,86 juta. Mayoritas pendapatan masih berasal dari jasa kontraktor batubara. Proyek batubara Bengalon memberikan pendapatan USD 165,09 juta. Kemudian pendapatan dari Proyek Batubara Asam Asam tercatat sebesar USD 60,84 juta. Dan Proyek Batubara Satui menyumbang pendapatan sebesar USD 10,22 juta.

 

Laba Kotor Perseroan sampai dengan 30 September 2019 sebesar USD 17,31 juta, atau naik 162,2% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD 6,60 juta. Kenaikan terjadi karena persentase peningkatan pendapatan lebih tinggi dibanding persentase peningkatan Beban Pokok Pendapatan.

 

Laba Usaha Perseroan sampai dengan 30 September 2019 sebesar USD 7,16 juta, atau naik 47,9% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD 4,84 juta.

 

EBITDA Perseroan sampai akhir September 2019 tercatat sebesar USD 28,74 juta, atau naik 22,3% dibanding   periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD 23,49 juta.

 

Sampai dengan akhir September 2019, Perseroan berhasil membukukan Laba Komprehensif sebesar USD 1,19 juta atau meningkat 44.3% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD 0,82 juta.

 

Proyek Potensial

Untuk pengembangan bisnisnya, strategi Perseroan untuk menambah portofolio proyeknya adalah dengan memperkuat struktur jasa layanan pertambangan terintegrasi terutama untuk jasa kontraktor pertambangan mineral.

 

Salah satu proyek yang diharapkan dapat diperoleh Perseroan adalah proyek earthworks di penambangan seng dan timah di Dairi, Sumatra Utara. Dalam proyek tersebut, Perseroan diharapkan akan mengerjakan pre-mining dan earthworks.

 

Berikutnya adalah Proyek Penambangan Tembaga dan Emas di Tombulilato, Blok Sungai Mek, Provinsi Gorontalo. Dalam proyek tersebut, Perseroan diharapkan akan mengerjakan road construction, aktivitas penambangan, dan reklamasi.

 

Proyek potensial berikutnya adalah Proyek Penambangan Tembaga dan Emas di Palu, Sulawesi Tengah. Dalam proyek tersebut, Perseroan diharapkan akan mengerjakan infrastruktur, drilling exploration dan aktivitas penambangan.

 

Proyek potensial selanjutnya adalah proyek penambangan emas di Garut, Jawa Barat. Dalam proyek tersebut, Perseroan diharapkan akan mengerjakan penambangan bijih dan penanganan limbah.

 

 

 

 

Tentang PT Darma Henwa Tbk

PT Darma Henwa Tbk didirikan pada 8 Oktober 1991. Pada bulan Juli 1996, perusahaan mengubah statusnya dari PMDN menjadi perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) dengan masuknya Henry Walker Group Limited sebagai pemegang saham terbesar Perseroan. Di bulan Januari 2005, Perseroan mengubah namanya menjadi PT HWE Indonesia dan pada bulan September 2006 berubah lagi namanya menjadi PT Darma Henwa. Di tahun 2007, PT Darma Henwa Tbk menjadi perusahaan publik dengan kode saham DEWA.

 

 

Untuk informasi lebih lanjut hubungi:

Mukson Arif Rosyidi

Corporate Secretary PT Darma Henwa Tbk

Tel:  (62-21) 2991 2350

Fax: (62-21) 2991 2364/65

Email: Corporate.secretary@ptdh.co.id