Aktivitas

Sebagai perusahaan publik, Perseroan telah membentuk Sekretaris Perusahaan sesuai dengan Peraturan Nomor IX.I.4 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam Nomor Kep. 63/PM/1996 tentang Pembentukan Sekretaris Perusahaan, serta yang terakhir adalah Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No35/POJK.04/2014 tanggal 8 Desember 2014 tentang Sekretaris Perusahaan Emiten atau Emitan Publik. Sekretaris  Perusahaan  diangkat  dan bertanggung  jawab  langsung  kepada Presiden Direktur. Tanggung jawab utama Sekretaris  Perusahaan  adalah  membantu Direksi dalam memenuhi seluruh ketentuan sebagai  perusahaan  yang  tercatat  di bursa.

Tugas dan Tanggung Jawab Sekretaris Perusahaan

Sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2014, tugas  Sekretaris Perusahaan Emiten atau Perusahaan Publik, meliputi:

  1. Mengikuti perkembangan Pasar Modal, khususnya peraturan perundang-undangan yang berlaku di bidang Pasar Modal;
  2. Memberikan masukan kepada Direksi dan Dewan Komisaris dalam rangka mematuhi ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal;
  3. Membantu Direksi dan Dewan Komisaris dalam pelaksanaan tata kelola perusahaan yang meliputi:

          - Keterbukaan informasi kepada masyarakat, termasuk ketersediaan informasi pada situs web Perusahaan;

          - Penyampaian laporan kepada Otoritas Jasa Keuangan tepat waktu;

          - Penyelenggaraan dan dokumentasi Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS);

          - Penyelenggaraan dan dokumentasi Rapat Direksi dan/atau Rapat Dewan Komisaris, dan

          - Pelaksanaan program orientasi terhadap perusahaan bagi Direksi dan/atau Dewan Komisaris

  4. Sebagai penghubung antara Emiten atau Perusahaan Publik dengan pemegang saham Emiten atau Perusahaan Publik, Otoritas Jasa Keuangan, dan pemangku kepentingan lainnya.

Peran dan Tugas Sekretaris Perusahaan berdasarkan Keputusan Direksi Bursa Efek Jakarta No. 339/BEJ/07-2001, sebagai berikut:

  1. Menyiapkan Daftar Khusus yang berkaitan dengan Direksi, Komisaris dan keluarganya baik dalam Perusahaan Tercatat maupun afiliasinya;
  2. Membuat Daftar Pemegang Saham termasuk kepemilikan 5% atau lebih;
  3. Menghadiri Rapat Direksi dan membuat minuta hasil rapat;
  4. Bertanggung jawab dalam penyelenggaraan RUPS.

Selain mengikuti Peraturan OJK Nomor 35/POJK.04/2014 dan Keputusan Direksi Bursa Efek Jakarta No. 339/BEJ/07-2001, tugas dan tanggung jawab Sekretaris Perusahaan lainnya meliputi:

  1. Membantu pekerjaan kesekretariatan untuk mendukung Dewan Komisaris dan Direksi dalam melaksanakan tugas mereka dengan mengkoordinasi rapat Dewan Komisaris, rapat Direksi, rapat gabungan, dan RUPS, serta menyiapkan agenda yang relevan.
  2. Mengkoordinasi dan menindaklanjuti penugasan komite-komite yang berada di bawah Dewan Komisaris dan Direksi dengan anggota Dewan Komisaris dan Direksi serta manajemen senior, termasuk mengorganisir, membuat dan menyimpan risalah rapat.
  3. Mempersiapkan dan mengelola, termasuk menyimpan dan memutakhirkan daftar khusus saham yang dimiliki oleh para anggota Dewan Komisaris, Direksi dan keluarga mereka.
  4. Menyampaikan Laporan Tahunan Perusahaan, Laporan Keuangan, kepada otoritas pasar modal.
  5. Bertanggung jawab mempertahankan komunikasi yang baik dan efektif ke publik.

Pelaksanaan Tugas Sekretaris Perusahaan 2016

Kegiatan-kegiatan Sekretaris Perusahaan yang telah dilaksanakan di tahun 2016, mencakup beberapa strategi yaitu:

1. External Communications

Mempublikasikan kinerja positif Perseroan dalam aspek produksi, keuangan, K3L dan aspek-aspek lainnya. Media untuk mempublikasikan melalui:

  • Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPS Tahunan)
  • Public Expose
  • Media Briefing
  • Publikasi di media dengan segmen khusus, seperti: Majalah Coal Asia, Majalah Swa, dan Majalah Listrik.

2. Internal Communications

Menerbitkan media internal untuk membangun komunikasi di lingkungan Perusahaan. Media publikasi internal melalui Majalah DEWA News.

3. Investor Relations

Membangun komunikasi dengan komunitas pasar modal, seperti analis sekuritas, untuk membangun image Perseroan melalui riset-riset yang diterbitkan oleh analis. Cara menyampaikan informasi ke para analis melalui public expose, site visit, maupun presentasi langsung ke analis.

4. Media Relations

Membangun komunikasi dengan media untuk membangun image Perseroan melalui publikasi yang positif.

5. Awards and Certifications

Membangun reputasi Perusahaan dengan pencapaian berupa penghargaan dan sertifikasi dari lembaga dan institusi terkemuka, dalam dan luar negeri,  yang menunjukkan keunggulan Perseroan sebagai kontraktor pertambangan.

6. Updating website

Pembaruan tampilan website dengan content yang lebih fresh, update, dan informatif serta memenuhi regulasi yang berlaku. Beberapa penambahan content website  berdasarkan Peraturan OJK Nomor 8/POJK/04/2015 meliputi:

  • Hubungan afiliasi anggota Direksi dan Dewan Komisaris, serta pemegang saham
  • Dokumen-dokumen Perseroan, seperti Anggaran Dasar, IUP, Tanda Daftar Perusahaan (TDP), dan NPWP.
  • Pencantuman Prospektus Penawaran Umum (IPO) dan Prospektus Right Issue
  • Informasi Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)
  • Informasi saham
  • Informasi untuk investor, media, publik, dan/atau analis
  • Informasi terkait aksi korporasi yang dilakukan oleh emiten
  • Penggunaan dua bahasa (bilingual)

Content tambahan lainnya yang bertujuan untuk memberi informasi lebih mengenai Perseroan meliputi: Video Profile, Message from President Director, Stock info.

7. Compliance on Regulations

Kepatuhan pada peraturan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia, termasuk peraturan-peraturan lain yang berkaitan dengan bidang usaha Perseroan. Kepatuhan pada peraturan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia salah satunya diwujudkan dengan menyampaikan Keterbukaan Informasi mengenai aksi korporasi Perseroan, sesuai dengan regulasi di pasar modal.

8. Compliance on GCG

Kepatuhan pada aspek-aspek Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance / GCG) sebagaimana diatur dalam Pedoman Umum GCG dari Komite Nasional Kebijakan GCG tahun 2006 dan peraturan perundangan lainnya.

9. Annual Report Award

Keikutsertaan Perseroan dalam ajang Annual Report Award sejak tahun 2011 sebagai indikator penilaian terpenuhinya aspek GCG dan peraturan-peraturan lainnya oleh Perseroan.

10. Penerbitan laporan kinerja Perseroan.

Laporan kinerja Perseroan meliputi kinerja Operasional, kinerja Kesehatan, Keselamatan Kerja dan Lingkungan (K3L), kinerja keuangan, dan Executive Summary diterbitkan secara berkala dan didistribusikan ke Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan.