Kinerja K3L

 

KINERJA  K3 DI TAHUN 2016

Seiring dengan bertambahnya kegiatan dan adanya penambahan pekerja pada proyek baru,  total insiden kejadian kecelakaan dari area kelolaan (Asam Asam Coal Project, Bengalon Coal Project dan Satui Coal Project) mengalami peningkatan. Di tahun 2016 terdapat 89 kejadian dengan incident yang paling sering terjadi adalah insiden kerusakan alat (Property Damage) dengan jumlah 73 kejadian. Sepanjang tahun 2016, terdapat 11 incident yang menyebabkan injury dimana terdapat 1 incident yang menyebabkan Lost Time Injury (LTI), 4 incident yang menyebabkan Medical Treatment Injury (MTI), dan 6 incident yang menyebabkan First Aid Incident (FAI). Incident Near miss yang tercatat sepanjang tahun 2016 adalah sebanyak 7 kejadian. Namun demikian tidak ada insiden yang tergolong fatal, sebagaimana yang dideskripsikan dalam tabel berikut.

Tabel insiden Kecelakaan Kerja, 2015 - 2016

Dalam rangka meningkatkan efektivitas kinerja K3 dan mencegah terulangnya kejadian kecelakaan kerja, Perusahaan memastikan setiap kejadian kecelakaan kerja harus diinvestigasi untuk menemukan akar masalah penyebab timbulnya kecelakaan kerja yang kemudian akan dilakukan perbaikan dan program pencegahan yang berkesinambungan. Selain itu, Perusahaan juga menerapkan program DEWA PORTAL, DEWA ZAZHE dan DEWA 100 HATI sebagai program partisipasi aktif pekerja untuk mengimplementasikan K3 dan mencegah kecelakaan kerja.

PENGAWASAN KESIAPAN DAN IMPLEMENTASI KEBIJAKAN K3

Sebagai salah satu wujud komitmen penerapan kebijakan K3, Perseroan melakukan kegiatan pengawasan implementasi terkait sistem operasional berbasis K3. Kegiatan audit sistem manajemen K3 ini dilakukan untuk mengukur kecukupan sistem yang dimiliki perusahaan untuk memastikan kesiapan K3 dalam setiap kegiatan operasional yang dilakukan. Selain mengukur kecukupan kesiapan akan K3, program internal audit ini juga bertujuan untuk mengevaluasi dan meninjau efektivitas pelaksanaan program K3 yang dijalankan.