Produksi

Produksi total batubara, 31 Desember 2017

PROYEK BATUBARA BENGALON

Lokasi: Kalimantan Timur

Klien: PT Kaltim Prima Coal

Nilai kontrak untuk proyek Bengalon ini adalah sebesar USD  2,65  miliar,  salah  satu  kontrak  terbesar  yang diperoleh  Perseroan.  Di tahun 2017, kinerja Proyek Bengalon mengalami penurunan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Produksi lapisan penutup turun 4,67% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya menjadi 52,51 juta Bcm, sedangkan produksi batubara turun 18,30% menjadi 6,73 juta ton. Penurunan produksi batubara di Proyek Bengalon lebih disebabkan karena adanya jadwal perbaikan alat (fleet produksi) yang sudah saatnya dilakukan, sehingga menyebabkan jumlah fleet yang beroperasi sedikit menurun. Langkah-langkah ini dilakukan untuk mempersiapkan peningkatan kapasitas produksi yang cukup signifikan di tahun 2018. Tingginya curah hujan di Proyek Bengalon juga menjadi kendala bagi Perseroan dalam mencapai produksi lapisan penutup (overburden) dan batubara. Selain itu, Perseroan juga mengoptimalkan komposisi fleet yang beroperasi dengan hanya mengoperasikan fleet yang produktif dan menguntungkan untuk tetap menjaga profitabilitas dari Proyek Bengalon.

Kinerja Proyek Bengalon

 

PROYEK BATUBARA ASAM ASAM

Lokasi: Kalimantan Selatan

Klien: PT Arutmin Indonesia

Nilai kontrak untuk proyek Asam Asam adalah sebesar USD  2,1  miliar,  kedua  terbesar  dari  tiga  kontrak penambangan yang didapatkan Perseroan. Untuk tahun 2017, Perseroan mampu meningkatkan volume pemindahan tanah (termasuk pemindahan tanah pucuk), namun mencatatkan penurunan produksi batubara di lokasi Proyek Asam Asam. Kinerja pengupasan tanah penutup Perseroan di Proyek Asam Asam menunjukkan perbaikan yang berkesinambungan. Setelah pada tahun 2015, volume pemindahan tanah penutup naik signifikan sebesar 93,7% dari tahun 2014, berlanjut dengan kenaikan sebesar 41,56%, menjadi 21,68 juta Bcm di tahun 2016, di tahun 2017 kembali naik sebesar 4,3% menjadi sebesar 22,62 juta Bcm. Namun demikian produksi batubara dari proyek ini menunjukkan fluktuasi. Setelah mencatatkan kenaikan dari 3,50 juta ton, menjadi 4,40 juta ton di tahun 2015, dan berlanjut mencapai 5,31 juta ton di tahun 2016, hingga mengalami penurunan di tahun 2017. Di tahun 2017, produksi batubara proyek Asam Asam turun 7,90% atau berkurang 410 ribu ton menjadi sebesar 4,90 juta ton. Berkurangnya produksi batubara di Proyek Asam Asam merupakan dampak dari pelaksanaan program maintenance alat yang belum dapat dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya. Secara operasional, Perseroan juga mengoptimalkan komposisi fleet yang beroperasi dengan hanya mengoperasikan fleet yang produktif dan menguntungkan untuk tetap mempertahankan kemampuan mencetak laba (profitabilitas) dari Proyek Asam Asam. Di tahun 2017, curah hujan yang tinggi juga terjadi di Proyek Asam Asam yang mengakibatkan terganggunya produksi Perseroan.

Kinerja Proyek Asam Asam

PROYEK BATUBARA SATUI 

Lokasi: Kalimantan Selatan

Klien: PT Arutmin Indonesia

Nilai kontrak untuk proyek Satui adalah sebesar USD 1,7 miliar, ketiga terbesar dari tiga kontrak penambangan yang didapatkan Perseroan. Untuk tahun 2017, Proyek Satui menghasilkan volume pemindahan tanah sebesar 10,66 juta Bcm, turun 41,7% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 18,27 juta Bcm. Sementara produksi batubara adalah sebesar 1,14 juta ton, turun 25,1% dari produksi tahun 2016 sebesar 1,52 juta ton. Penyebab utamanya adalah belum terpenuhinya kebutuhan armada alat produksi sesuai yang direncanakan. Perseroan menargetkan kebutuhan alat produksi dan pendukungnya tersebut dapat terealisir di tahun 2018 mendatang, sehingga produksi dapat ditingkatkan secara signifikan untuk memenuhi permintaan pasar yang tengah membaik, seiring kenaikan harga batubara. Penyebab lainnya adalah karena tingginya curah hujan di Proyek Satui sehingga menjadi kendala bagi Perseroan dalam mencapai produksi lapisan penutup (overburden) dan batubara.

Kinerja Proyek Satui