Nalinkant Amratlal Rathod
NALINKANT AMRATLAL RATHOD
Presiden Komisaris

Bapak Nalinkant Amratlal Rathod, berkewarganegaraan India, lahir di Rajahmundry, India pada tanggal 12 Mei 1950. Beliau menyelesaikan pendidikannya sebagai Bachelor of Commerce dari Andhara University, India, pada tahun 1970 dan Chartered Accountants of India pada tahun 1976.

 

Bapak Nalinkant Amritlal Rathod saat ini juga menjabat sebagai Presiden Komisaris PT Bumi Resources Tbk. Beliau juga menjabat sebagai Presiden Komisaris PT Kaltim Prima Coal dan PT Arutmin Indonesia, yang merupakan perusahaan eksportir batubara thermal terbesar di Indonesia.  Pada bulan Januari 2012, beliau ditunjuk sebagai CEO di Bumi PLC, London,  sampai dengan bulan Agustus 2013.

 

Saat ini beliau menjabat sebagai Managing Director di Capital Managers Asia Pte. Ltd, Singapura. Beliau juga pernah menjabat sebagai Komisaris di PT Bumi Resources Tbk, PT Bakrie Telecom Tbk, dan PT Energi Mega Persada Tbk. Dalam bidang sosial beliau juga aktif sebagai President of India Club, Jakarta, Indonesia  dan pernah menjabat sebagai Chairman of the Committee of Indian Chamber of Commerce and Industry di Indonesia.

Suadi Atma
Wakil Presiden Komisaris (Independen)

Warga negara Indonesia, lahir di Banjarmasin, pada tahun 1947. Diangkat menjadi Komisaris pada 8 Juni 2012. Menghabiskan sebagian besar karirnya di kemiliteran, dengan menjabat berturut-turut sebagai Komandan Peleton, Komandan Kompi, Komandan Batalyon Infanteri, Komandan Kodim, Komandan Rindam, Komandan Korem, Kepala Staf Kodam XVII / Cenderawasih, Panglima Kodam II / Sriwijaya, Deputi Inspektur Jenderal Angkatan Bersenjata, Wakil Komandan Akabri, dan Komandan Seskoad. Sepanjang karir kemiliterannya, beliau ditempatkan di Jawa Timur, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Sumatera Selatan, Jakarta dan Bandung. Setelah pensiun dari kemiliteran, beliau menjabat di berbagai kementerian. Selama 2003-2007, menjabat sebagai Komisaris PT Medical Etam, serta penasehat PT Darma Henwa Tbk dan PT Adindo Hutani Lestari. Lulus dari Akabri Darat, Magelang pada tahun 1970, Seskoad Bandung pada tahun 1986, dan SESKO ABRI Bandung pada tahun 1993. Pada tahun 1996, beliau menyelesaikan studinya di Universitas Terbuka, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, dan di Lemhanas,Jakarta.

Muhammad Lutfi
Komisaris Independen

Warga negara Indonesia, lahir pada tanggal 16 Agustus 1969. Muhammad Lutfi menempuh pendidikan Ilmu Ekonomi di Purdue University di Indiana, Amerika Serikat.

 

Muhammad Lutfi bergabung dengan pemerintah Indonesia pada tahun 2005, ketika beliau diangkat sebagai Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) oleh mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Ia menjadi Duta Besar Indonesia untuk Jepang pada tahun 2010. Karier politiknya semakin maju ketika pada tahun 2014 diangkat menjadi Menteri Perdagangan Indonesia. Pada tahun yang sama, Pemerintah Indonesia menganugerahinya Bintang Mahaputra Adipradana, salah satu penghargaan sipil tertinggi.

 

Sebelum menjabat di pemerintahan, ia mendedikasikan waktunya untuk membina kewirausahaan di kalangan pengusaha muda dan mengetuai Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI). Ia menerima pengakuan global ketika World Economic Forum menobatkannya sebagai Pemimpin Global Muda pada tahun 2008.

 

Saat ini Muhammad Lutfi adalah Komisaris Utama PT Medco Energi Internasional Tbk, sebuah perusahaan energi terintegrasi di Indonesia yang terdiri dari bisnis eksplorasi dan produksi minyak dan gas, serta usaha energi lainnya. Pada tahun 2019, beliau menjabat sebagai Komisaris Utama PT Darma Henwa Tbk, kemudian menjadi Komisaris Independen pada tahun 2020.

 

Muhammad Lutfi dilantik sebagai Menteri Perdagangan Republik Indonesia dalam Kabinet Indonesia Maju pada tanggal 23 Desember 2020. Oleh karena itu, beliau telah menyampaikan pengunduran diri dari jabatan Komisaris Independen di PT Darma Henwa Tbk.

Gories Mere
Komisaris Independen

Warga negara Indonesia, lahir di Medan, 17 November 1954. Diangkat menjadi Komisaris pada 31 Mei 2013. Beliau menyelesaikan pendidikannya di AKABRI Kepolisian pada tahun 1976, dan melanjutkannya di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) pada tahun 1986, di Sespimpol pada tahun 1992, dan Sesko ABRI di tahun 1998. Gories Mere mengemban tugas sebagai Perwira Kepolisian dengan menduduki berbagai jabatan, termasuk Kasatserse Um Dit Serse Polda Metro Jaya, Kapolres Metro Jakarta Timur, Kadit Serse Polda Jabar, Kadit Serse Polda Metro Jaya, Irpolda Nusa Tenggara Timur, Wakapolda Nusa Tenggara Timur, Dirserse Pidana Narkoba Mabes Polri, Wakabareskrim Polri, dan Kepala BNN.

Kanaka Puradiredja
Komisaris Independen

Warga negara Indonesia. Lahir pada tahun 1944. Diangkat Menjadi Komisaris Independen sejak 2007. Mempunyai pengalaman lebih dari 30 tahun dalam praktik akuntan publik, termasuk 21 tahun sebagai Managing Partner KPMG Indonesia. Menjabat sebagai Ketua Dewan Kehormatan Ikatan Akuntan Indonesia. Pendiri dan pernah menjadi Senior Partner Kanaka Puradiredja, Suhartono sebuah kantor akuntan publik, Ketua Dewan Kehormatan Komite Audit Indonesia dan Anggota Dewan Kehormatan Ikatan Profesional Manajemen Risiko. Pernah menjabat sebagai anggota Dewan Pengawas Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Aceh dan anggota Dewan Eksekutif Transparansi Internasional. Memperoleh gelar Sarjana Ekonomi Akuntansi dari Universitas Padjadjaran, Bandung.

Djajeng P. Andalaswanto
Komisaris

Warga Negara Indonesia, lahir tahun 1958. Mendapat gelar dari Hotel School NHI, Bandung. Diangkat sebagai Direktur Independen pada tanggal 28 Maret 2014. Melanjutkan gelar sarjananya di Hotel School “LES ROCHES” Switzerland. Menjabat sebagai  Chief Business Development Officer di PT Mahkota Duta Makmur sejak tahun 2005. Beliau juga menjabat sebagai Manager di PT Soegih Interjaya.

Ashok Mitra
Ashok Mitra
Komisaris

Bapak Ashok Mitra yang berkewarganegaraan India, memiliki 40 tahun pengalaman di berbagai industri. Keahliannya adalah keuangan dan komersial, manajemen supply chain, serta perbaikan bisnis.

 

Beliau mengenyam gelar Bachelor of Commerce dari St. Xavier’s, Kolkata, India, pada tahun 1976. Kemudian, ia juga meraih sertifikasi Company Secretary di tahun 1976 dan Chartered Accountant 1980.

 

Di tahun 1976-1979, beliau melakukan Articleship di PWB. Kemudian, ia mulai bekerja di Dunlop (India) Ltd. pada tahun 1981 – 1984, Shaw Wallace di tahun 1984 – 1985, dan Nelco Limited (Tata Group) 1986 – 2004. Lebih lanjut, ia bergabung dengan Tata Power Co. Ltd. pada tahun 2004 – 2007.

 

Bapak Ashok Mitra merupakan General Manager Finance Tata Power Company Limited, di Mumbai, India. Ia kemudian pindah ke Indonesia sejak Agustus 2007, dan menduduki jabatann sebagai Chief Financial Officer PT Kaltim Prima Coal (KPC) pada tahun 2008, ketika Tata Power mengambil alih 30% saham KPC.